From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » » Dinamika Politik Nagekeo, antara Harapan & Kenyataan

Dinamika Politik Nagekeo, antara Harapan & Kenyataan

Written By Unknown on Thursday, June 21, 2018 | 4:24 PM


Oleh JhonaTan Raga *)

Saat bincang-bincang atau diskusi lepas tentang fenomena politik Nagekeo akhir-akhir ini dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat, maka yang sering muncul dalam benak kita adalah kesulitan menentukan pilihan strategi yang tepat untuk mewujudkannya dalam praktek-praktek/kegiatan politik. Hal ini yang oleh para ahli dan para pengamat politik lokal dikatakan bahwa faktor utamanya disebabkan masih adanya jurang pemisah antara “orientasi politik” di satu pihak dan di pihak lain yakni “nilai-nilai sosial” yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat dengan budaya dan adat istiadat yang masih dijunjung tinggi.

Adanya dua kondisi yang bertentangan tersebut bagaikan “fatamorgana”, (sesuatu yang semu; seperti bayangan yang tampak seperti ada tetapi sebenarnya tidak ada) - antara harapan dan kenyataan. Sisi yang satu berisi harapan agar kehidupan politik di Nagekeo berlangsung berdasarkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan tanpa adanya perseteruan yang mengurat-akar. Akan tetapi pada sisi yang lain ternyata praktek politik cenderung berorientasi pada “kepentingan” yang bernuansa “material dan kekuasaan” (kepentingan sesaat). Sangat nyaman terbungkus dalam selimut persekongkolan dan ambisi. Indikator-indikator itulah yang pada prinsipnya menjadi penghalang utama untuk mewujudkan sistem dan iklim politik di Nagekeo yang lebih baik.

Para elit politik di Nagekeo saling bersaing sengit sekaligus bekerja sama. Akibatnya, tidak pernah ada oposisi di panggung politik Nagekeo. Ini terjadi karena persaingan dalam Pilkada dan Pileg telah menjelma menjadi kerja sama (dengan argumentasi kemitraan) dalam pelaksanaan pemerintahan. Dengan demikian, persaingan antar elit politik dapat dimaknai sebagai situasi yang menegaskan berbagai perbedaan politik demi mengamankan kepentingan kolektif kelompok sosial masyarakat yang coba diwakili dengan berbagai kebijakan yang merupakan konsekuensi dari perburuan kepentingan “pengaruh” dan materi yang dilakukan elit politik.

Para politisi melihat jabatan-jabatan di eksekutif dan legislatif kerap diprioritaskan sebagai pintu masuk untuk menjalankan perburuan kepentingan dan materi sebagai investasi politik yang disiapkan untuk langkah-langkah politik selanjutnya, bukan untuk mewujudkan tujuan politik yang bersifat substantif yakni perjuangan akan kebenaran dan keadilan yang lebih berpihak pada masyarakat banyak dalam kurun waktu pengabdian tersebut.

Praktek money politic, politik instan serta politik transaksional sepertinya belum mampu dibendung. Jika hal ini tidak segera dipangkas maka dapat dikatakan bahwa kualitas Pemilu Langsung tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan SDM masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan politik di Nagekeo.

Secara umum, masyarakat mempunyai komitmen terhadap demokrasi dan mengartikan demokrasi sebagai kebebasan berpolitik. Masyarakat juga optimis bahwa demokrasi dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapi selama ini. Penilaian terhadap kinerja demokrasi di Nagekeo lebih banyak dipengaruhi oleh pandangan masyarakat Nagekeo dalam menilai kinerja Pemerintah, dalam hal ini Eksekutif dan Legislatif.

Bila kinerja Bupati/Wakil Bupati dan para Anggota DPRD baik, maka warga akan menilai bahwa kinerja demokrasi kita baik, demikian sebaliknya. Tidak dipungkiri bahwa adanya ketidakpercayaan sebagian/seluruh masyarakat kepada Pemerintah Daerah dan Lembaga DPRD akan terus meningkat seiring dengan pola pikir masyarakat yang masih beranggapan bahwa mereka yang diharapkan tidak dapat membawa perubahan yang cukup berarti. Kondisi ini yang kemudian memunculkan beragam isu politik yang hangat dibicarakan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Fenomena politik di Nagekeo saat ini memperlihatkan bahwa proses perekrutan kader yang akan diorbitkan menjadi calon pemimpin ataupun wakil rakyat oleh partai politik di Nagekeo tidak disiapkan secara matang. Hal ini tentu sangat jauh dari harapan masyarakat bahwa mereka bisa menjadikan ruang demokrasi di Nagekeo semakin berkualitas.

Hemat saya, itu hanya akan menjadi angan-angan semata. Persoalan ini merupakan tantangan bagi kita semua yang terus dituntut untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Nagekeo. Beban berat bagi Legislatif/DPRD adalah bersama-sama dengan Eksekutif/Pemerintah Daerah dan lembaga penegak hukum untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera di bidang ekonomi, berkualitas di bidang pendidikan dan kesehatan serta bidang-bidang lainnya. Tetapi persoalannya adalah bagaimana bisa mewujudkan itu semua jika partai-partai politik di Nagekeo tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

Dalam proses rekruitmen politik, partai tidak lagi melakukan seleksi yang ketat untuk mengisi jabatan-jabatan politik. Partai tidak lagi butuh kader berkualitas yang dibentuk secara berjenjang dan berkesinambungan tetapi lebih melihat posisi dan kedudukan sosial serta tingkat popularitas seseorang sehingga tidak heran banyak yang berpindah-pindah dari partai yang satu ke partai yang lain dengan tujuan instan pula.

Elit partai di daerah harusnya bekerja lebih ekstra untuk menyiapkan mekanisme dan proses seleksi kepemimpinan, baik untuk kepemimpinan di daerah maupun pemimpin di lembaga-lembaga politik termasuk kepemimpinan di partai politik itu sendiri. Setiap partai idealnya memiliki kader-kader berkualitas yang punya komitmen dan loyalitas yang tinggi. Dengan demikian partai politik di daerah tidak kesulitan untuk mengajukan bakal calon yang akan masuk bursa kepemimpinan, atau menjadi wakil rakyat dan jabatan-jabatan publik lainnya.

Proses rekruitmen politik oleh parpol merupakan salah satu cara untuk menjaring dan melatih calon-calon pemimpin. Partai Politik di daerah juga harus berani melakukan evaluasi secara internal dan secara eksternal. Jika tidak, bisa dipastikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan terus menurun. Pada akhirnya perlahan namun pasti, masyarakat akan terus beranggapan bahwa ada atau tidaknya partai politik, sama saja hasilnya sehingga banyak orang menjadi jenuh bahkan alergi mendengar atau berbicara tentang politik.

Sudah saatnya bagi kita mengambil sikap yang tegas dalam mencermati fenomena politik di Nagekeo akhir-akhir ini. Kita memiliki tanggung jawab bersama mencerdaskan masyarakat sehingga kita tidak hanya melihat Pemilu (Pilkada dan Pileg) secara prosedural saja (sekedar sebuah proses pemilihan semata) tetapi kita harus melihat Pemilu sebagai hal prinsip yang substansial (memilih dengan penuh pemahaman, tidak ikut-ikutan atau loncat sana-sini). Nagekeo hari ini membutuhkan kesadaran bersama, baik partai politik maupun individu-individu yang ikut berkompetisi.

Para elit politik jangan hanya tergiur dengan gaji dan fasilitas semata tetapi berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin daerah atau wakil rakyat dengan membekali diri secara lebih baik sehingga mampu menjadi pemimpin dengan kemampuan dan loyalitas yang mumpuni karena menjadi pemimpin daerah ataupun wakil rakyat merupakan tugas mulia dan suci. Partai Politik di daerah memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Sebab keberhasilan dari praktek demokrasi yang kita jalankan bisa diukur sejauh mana elit politik di daerah memiliki komitmen yang tinggi terhadap tujuan mulia dari demokrasi itu sendiri yakni kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang keidupan. Salam Perubahan.

*) Penulis adalah Redaktur Pelaksana Nagekeo Pos


Written by : Unknown ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Dinamika Politik Nagekeo, antara Harapan & Kenyataan,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel Dinamika Politik Nagekeo, antara Harapan & Kenyataan ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link Dinamika Politik Nagekeo, antara Harapan & Kenyataan sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:24 PM
Share this post :

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger