From World for Nagekeo
Headlines News :

FOTO PRE-WEDDING

FOTO PRE-WEDDING
LOKASI : BUKIT ZA'A
Bonie AC Advertise
Support Us With Your Advertise

SDS Katolik Wolokoli, Peringkat I UN Matematika di Nagekeo


JAKARTA (Nagekeo Pos) - SDS Katolik Wolokoli, kecamatan Mauponggo, berhasil meraih peringkat pertama untuk ujian nasional (UN) tahun 2016 mata pelajaran Matematika di kabupaten Nagekeo.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:43 PM

Proyek Waduk Lambo: Bupati Elias Djo Senang Dapat Dukungan Besar


JAKARTA (Nagekeo Pos) - Bupati Nagekeo Elias Djo menyatakan terima kasih kepada masyarakat Nagekeo, terutama masyarakat dan tokoh adat Rendu yang memberi dukungan dalam bentuk delapan pernyataan sikap kemarin (Senin).
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 5:54 PM

Romanus Muda Kota: Proyek Waduk Lambo Jangan Miskinkan Warga

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Pemerintah wajib memberi opsi terbaik bagi warga korban proyek Waduk Lambo, apalagi dasar hukum proyek pemerintah itu memang mensyaratkan itu, demikian ujar Romanus Muda Kota, SFil, SH, saat diwawancara Redaksi Nagekeo Pos pagi ini.

"Kita sangat berharap proyek Waduk Lambo terealisasi, namun kita juga minta agar proyek ini tidak mengorbankan warga yang kehilangan lahan," kata Romanus, tokoh Nagekeo di Jakarta ini.

Walau proyek Waduk Lambo memberi manfaat bagi kepentingan publik, tapi negara tidak boleh membuat warga pemilik lahan menjadi menderita, miskin. Jika ini terjadi maka jelas ini kejahatan yang dilakukan oleh negara, tegas Romanus.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:44 PM

Selamat Jalan Bapak Joseph Amekae


Oleh Primus Dorimulu

Kurang sehari genap 81 tahun, Bapak Joseph Amekae, mantan dosen Etika di Unika Atmajaya, Jakarta, dipanggil Allah Pencipta. Ia menghembuskan nafas terakhir dengan tenang di rumahnya, Bendungan Hilir, Jakarta, Senin, 31 Mei 2016. Jenazahnya kini dibaringkan di Rumah Duka Dharmais, Jakarta, dan akan dimakamkan di Pondok Rangon, Kamis, 2 Juni 2016.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 8:59 PM

Pelabuhan Marapokot Resmi Jadi Pelabuhan Peti Kemas


JAKARTA (Nagekeo Pos) - Pelabuhan Marapokot, Mbay telah diresmikan sebagai pelabuhan peti kemas dan terminal peti kemas (unit terminal container/ UTC).
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 10:42 AM

Flores, mutiara lembut yang pemalu



Oleh Toto W. Juniarto *)

Bismillah. Dalam sebuah penghelatan yang penuh kemuliaan yaitu MTQ tingkat kabupaten di Mbay, Kabupaten Nagekeo Flores, NTT pada hari Kamis 12 Mei 2016, tampil di panggung sekelompok anak-anak SD dari wilayah Kec. Keo Tengah memainkan musik bambu yang disebut Ndoto.

Iramanya rancak, dinamis dan didukung dengan bahasa tubuh yang mengingatkan kita pada aksi dinamis para penabuh gamelan Bali yang menari sambil memainkan alat musik. Dalam dunia musik alat ini juga dikenal dengan nama perkusi. Alat musik berbahan bambu dan juga dilengkapi bongo sejenis gendang 1 sisi.

Satu hal yang sangat membanggakan, grup musik Ndote ini memenangkan Juara 1 dalam Festival Musik Tradisional di Sulawesi Tengah bulan April 2016 yang baru lewat.

Bila ada 10 grup musik ini bermain bersama dan menyambut kedatangan para Pembalap Sepeda dalam sesi international Tour De Flores 19-23 Mei 2016, niscaya para pembalap akan lebih semacam untuk mengayuh pedal sepeda agar sampai garis finish lebih cepat. Viva Flores viva NTT ... mutiara lembut yang pemalu.

Penulis adalah pejabat di Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan alumni Universitas Udayana-Bali jurusan pemasaran (marketing)
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:11 PM

WADUK, TANAH ULAYAT DAN PENDEKATAN BUDAYA

Oleh Cyrilus Bau Engo

Rencana pembangunan Waduk di Nagekeo ramai dibicarakan para nitizen di Social Media. Suatu hal yang positif. Saya mencoba menawarkan gagasan sebagaimana judul tulisan di atas.

Ketika bicara waduk yang terlintas di pikiran saya adalah ada air yang menggenangi suatu areal tertentu. Secara teknis para ahli telah mengidentifikasi dimana saja areal yang tergenang dan berapa luasan yang pasti.

Tanah seluas genangan air tersebut di atas, karena waduk itu berada di Nagekeo maka pasti di atas tanah ulayat. Waduk yang akan dibangun Nagekeo jelas berada di atas tanah antara Suke Rendu, Labolewa dan Ndora. Pemkab Nagekeo lakukan identifikasi yang cermat, berapa luasan yang tergenang di wilayah ulayat ketiga suku tersebut.

Tanah ulayat memang kepemilikannya komunal. Tetapi budaya Nagekeo membolehkan anggota sukunya memiliki tanah suku secara pribadi sejauh disepakati suku untuk menghidupi keluarga (polu fai pagha ana). Di wilayah Mauponggo ada istilah Nio tiko yeu tako dan Nage ada istilah taga toni mula bhuga. Tentu di Rendu, Lambo dan Ndora ada istilahnya.

Pemkab Nagekeo harus melakukan identifikasi di setiap wailayah ulayat berapa luasan yang masih milik ulayat (komunal), berapa luasan yang sudah diserahkan oleh suku kepada perorangan.

Proses ini harus jujur dan transparan melibatkan Pemerintah, pemegang ulayat dan warga suku. Kalau proses ini sudah dilewati maka proses sosialisasi yang berujung pada negosiasi supaya bisa realisasi, dilakukan dengan pendekatan budaya. Kia zia tabe pawe.

Solo modhe ngasi pawe. Beo nee solo coo ngasi eno. Singkatnya bicaralah dengan orang yang rumah, kebun dan tanamannya bakal tenggelam. Bicaralah dengan mosa tana laki watu yang benar dan diakui sesuai tata cara adat setempat tentang berapa luas areal yang tergenang.

Jangan bicara ghghe meze atau orang Jawa bilang Gebyah uyah. Orang Inggris bilang step by step. Mae obi ota, mae sega aka pesa. Mawe-mawa pajo mawe-mawe. Ya ini pendapat rakyat biasa...kata bahasa Nagekeo, kami weca naa pata. Ta modhe pebhi, ta ee poke nea.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 8:11 AM
 
Join Our Group On Facebook
Follow Us
Support Us With Your Advertise

VESAM ETNIK

VESAM ETNIK
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger