From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » » Julius Jera Rema, Berpulang Saat Kehabisan Adrenalin

Julius Jera Rema, Berpulang Saat Kehabisan Adrenalin

Written By Nagekeo Bersatu on Sunday, August 14, 2016 | 11:39 AM

Akhirnya Julius Jera Rema pergi untuk selamanya kemarin (13/8). Sosok wartawan paling jenius asal Nagekeo-Flores ini sangat mengandalkan adrenalin (baca: keberanian super) dalam usaha mengejar karir jurnalistik sambil intens membangun dan mengajarkan hal membangun interaksi sosial yang ideal di jaman moderen ini.

Ema admin e, kita ngusa nee waka nga one ola kema kita, nee mosa laki mogha one kema tau nee ae ngasi.. lalu beliau beberkan banyak ikhwal kehidupan keluarga Nagekeo di Jakarta.

Intinya, Julius yang ganteng dan punya hati sangat menawan ini mengingatkan agar saya tidak lupakan kultur Nagekeo meski hidup di tanah rantau. Dia pantas menasihati karena kota metropolitan Jakarta memang menawarkan begitu banyak nilai yang bertentangan dengan kultur Nagekeo, apalagi kehidupan iman.

Harus punya keberanian (waka nga) untuk survive (bertahan hidup) di tanah rantau, tapi jangan lupa kita mesti bisa jadi sosok yang dibanggakan karena memiliki dan mempertahanan kearifan lokal seperti yang dilakukan mosalaki (para tokoh adat/kampung/gereja/pemerintah) di kampung kita (Nagekeo). Kita harus bisa jadi bhila (seperti) mosalaki kita zeta boa (di kampung)...(demikian Julius)

Semua orang mungkin punya adrenalin tapi Julius masih punya kemampuan unik yakni kemampuan belajar sendiri (otodidak). Senior yang pertama menolongnya di Jakarta tentu Romanus Muda Kota karena selama tinggal dengan tokoh asal Mbay ini, Julius mengenal dunia jurnalistik (wartawan).

Primus Dorimulu tentu sosok senior yang sukses mendidik Julius. Hanya bermodal merangkai tulisan sederhana di majalah HRD, Primus menarik Julius masuk memperkuat tim redaksi Koran Ekonomi Investor Daily, koran baru yang butuh banyak sosok wartawan ulet karena Primus (Pemimpin Redaksi) ingin mensejajarkan bahkan melampaui popularitas koran ekonomi yang telah ada (Bisnis Indonesia).

Benar hari ini, Investor Daily sudah sejajar, menjadi rival kuat, Bisnis Indonesia. Abraham Runga Mali, wartawan elit di Bisnis Indonesia, sangat mengagumi Julius karena tulisan dengan kode JJR di Investor Daily selalu buat ruang redaksi Bisnis Indonesia gaduh. Julius selalu leading (memimpin) saat melansir berita besar terkait pasar modal, reksa dana, juga bursa berjangka.

Julius memahami dengan sangat baik industri pasar modal dari hulu ke hilir, dia mengerti konsep makro tapi juga menguasai hal paling teknis dan complicated. Hebatnya lagi, Julius bisa menyederhanakan hal teknis dan jelimet itu dalam penulisan berita yang konstruktif, muda dicerna, dan punya nilai estetika tinggi (kekuatan diksi dan urutan ide ditempatkan begitu rapi).

Ya, Julius kosisten menulis sangat rasional, karena berita harus membuat pembaca memahami informasi secara rasional. Rasionalitas adalah modal penting dalam mencerdaskan pembaca, itulah fungsi media.

Julius telah pergi untuk selamanya. Tapi lagi-lagi, adrenalin yang dipunya bisa bantu Julius bertahan hidup selama hampir 6 tahun terakhir, padahal penyakit yang diderita begitu berat dan serius. Beberapa dokter mengklaim Julius banyak anomali dengan penyakitnya. Aspek medis bingung karena Julius tetap segar, jauh beda dengan pasien pada umumnya dengan penyakit serupa.

Berkat rasional, Julius memilih memelihara pikiran dan suasana hati agar tidak harus alami tekanan psikologis. Banyak pasien kurang bertahan melawan penyakit karena membiarkan tekanan psikologis (frustrasi, putus asa) menggerogoti.

Saat perjumpaan terakhir, Julius akhirnya mengeluh jika obat untuk supply nutrisi sudah sulit dibeli karena harga yang mahal. Saya hanya diam, lalu bicara dalam hati, om Jul..engkau telah menolong begitu banyak orang saat om sehat dan banyak uang, tapi mereka tidak menyapa om selama om sakit..mungkin om tidak beritahu mereka? Om selalu bikin pembaca well-informed (diberitahu) soal berita terkini, tapi om tidak bikin mereka well-informed untuk menolong om..

Baiklah, om tentu sudah berbahagia bersama para Orang Kudus di Surga. Selamat jalan tokoh muda kebanggaan generasi Nagekeo..

Terima kasih karena om telah mendorong banyak teman juga saya untuk berpacu dengan adrenalin dalam berjuang hidup di bumi fana ini. Om selalu memilih tim (bola) yang lemah ketika bertarung dengan kami, dan kami sering sempoyongan karena tim kuat kami justru kalah tragis.

Sebenarnya om masih kuat dan bertahan di rumah sakit budi asih jakarta timur, tapi om seperti tak punya lagi adrenalin untuk menuruti kemauan dokter memberi obat buatmu. BANA ZIA OM NGAO..GA'E SIPO SAGHO KAU.. TUHAN ALLAH MAHARAHIM

Depok-Jawa Barat
14 Agustus 2016

Written by : Nagekeo Bersatu ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Julius Jera Rema, Berpulang Saat Kehabisan Adrenalin,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel Julius Jera Rema, Berpulang Saat Kehabisan Adrenalin ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link Julius Jera Rema, Berpulang Saat Kehabisan Adrenalin sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 11:39 AM
Share this post :

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger