From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » » RAHASIA DI BALIK Gelar PROFESOR

RAHASIA DI BALIK Gelar PROFESOR

Written By Nagekeo Bersatu on Sunday, February 10, 2013 | 9:29 PM


Oleh Andreas Lako

Sejak diangkat jadi Guru Besar pada akhir 2010 hingga kini, dalam sejumlah kesempatan saya sering mendapat kata2 pujian dari banyak orang sebagai berikut:


"Wah hebat, Anda pasti orang yang luar biasa. Bagaimana caranya Anda bisa meraih gelar tersebut?"

Pada kesempatan lain, sejumlah relasi yang berprofesi dosen mengatakan bahwa mereka ingin juga menjadi profesor. "Mhn bagi2 tips Prof, agar kami bisa seperti Bapak..." kata mereka.

Selain mendapat pujian, saya juga mendapat info bahwa sejumlah mantan dosen S1 dan rekan2 kuliah S1 saya tdk percaya bahwa saya bisa mencapai

guru besar. "Ah, Andreas Lako itu kan dulu tdk pintar. Nilai dan IPK-nya juga pas-pasan. Kuliahnya juga 5 tahunan...Kok bisa ya, jadi doktor dan profesor...".

Sementara di daerah asal saya, yaitu Ngada, Flores NTT, saya disanjung-sanjung sebagai putra daerah yang mengharumkan nama daerah. Saya dibilang putra daerah yg luarbiasa dan pintar. Maklum, saya adalah Guru Besar ke-2 dari kabupaten Ngada setelah Prof Stev Jawanai (mantan dosen Sastra Inggris UGM). Prof Stef jadi guru besar pada saat mau pensiun, sementara saya mencapainya dlm usia 44 thn.

Ketika diterima resmi di rumah dinas Bupati Ngada pada Juli 2011, pak Bupati dan para pejabat daerah hampir tidak percaya kalau saya sdh guru besar krn masih sangat muda. Bayangan mereka saya sdh tua dan rambut sdh uban. Mereka bilang:

"Ei ema (bapak) Prof pasti sangat pintar dan luarbiasa..." Mereka tambah takjub stelah tahu bahwa saya berasal dari keluarga miskin (tadinya mereka mengira saya berasal dari keluarga guru) dan harus berjualan apa saja di pasar kota Bajawa dgn jalan kaki kosong dr kampung. Padahal jaraknya 7 km. Uang hasil jualan dan hasil dagangan permen dan buku2 tulis lalu ditabung agar saya bisa melanjutkan ke SMP di kota..

Mendengar berbagai pujian maupun keraguan itu, saya hanya tersenyum geli. Saya juga sulit menjelaskannya secara ilmiah atau dari sisi rasionalitas ilmiah. Saya hanya bisa menjelaskannya dari perspektif iman yang sangat pribadi, dan itu pasti sangat menyita emosi dan kejiwaan saya maupun yg mendengarnya.Itu sebabnya saya sering enggan berbagi kepada orang lain.

Mengapa begitu? Karena secara rasional, hingga kini saya blm percaya bahwa saya bisa mencapai guru besar krn saya memang tdk pernah bercita-cita meraih gelar prestisius ini. Saya juga tidak punya kiat2 khusus yg bisa dibagikan kepada orang lain utk meraih gelar guru besar. Saya juga sebenarnya tdk terlalu pintar secara akademik maupun dalam hal riset sehingga sangat wajar apabila sejumlah mantan dosen dan rekan kuliah S1 saya mempertanyakan keprofesoran saya...

Karena Rancangan Allah

Lalu, rahasia apa yang bisa dijelaskan kepada orang lain dibalik kesuksesan saya meraih guru besar?

Bagi saya, hal itu adalah suatu misteri iman. Sangat mungkin juga, gelar Guru Besar itu adalah sebagai hadiah termulia dari Allah setelah saya dinilai bisa melewati "ujian demi ujian-Nya" yg berat.Bagi saya, gelar Guru Besar itu adalah hadiah pemberian Allah, bukan hasil kepintaran dan kerja keras saya secara manusiawi. Mengapa begitu?

Begini ceritanya. Setelah bekerja sebagai dosen dan menikah tahun 1997, pada Agustus 1998 kami dikarunia anak pertama yang cacat total (menderita penyakit CP dimana semua syarafnya tidak berfungsi) sehingga 100 persen hidupnya sangat tergantung pada kami. Selain menderita secara fisik, anak kami ini (namanya Gloria) juga sering keluar masuk rumah sakit sehingga membuat kehidupan ekonomi kami stressss. Anak kedua kami yg lahir tahun 2000, juga mengalami kelainan pada kulitnya (penyakit Ichtiosis). Hingga kini belum ada solusi medis dan non medis yang bisa menyembuhkannya.

Selain sgt menderita dan tertekan secara psikis, sosial dan iman, kami juga menderita secara ekonomi krn semua penghasilan kami terkuras habis utk membiayai pengobatan anak2 kami baik secara medis maupun alternatif.

Dalam kondisi hidup yang menderita dan stressss secara ekonomi, saya kemudian belajar menulis artikel utk dikirim ke majalah dan koran2 nasional agar bisa mendapat uang. Meski pada awalnya sering tulisan saya ditolak, namun saya tidak pernah putus asa dan terus mencoba. Ternyata, kegigihan saya lambat laun mulai membuahkan hasil krn mulai banyak artikel saya dimuat. Bangga dan senang luarbiasa ketika ada tulisan dimuat dan mendapat

HONOR...

Saat diminta kampus utk melanjutkan studi S2 (2000-2001) dan S3 (2002-2007) di UGM, saya manfaatkan waktunya dan pengetahuan baru utk memperdalam kemampuan menulis saya. Hampir semua tugas kuliah saya persiapkan dgn baik. Kemudian, saya tulis lagi utk kirim ke majalah dan jurnal2 ilmiah yang ada honornya.

Selama 6,2 tahun kuliah S2-S3, saya bisa menghasilkan sekitar 70 artikel ilmiah di jurnal, 100an artikel di koran dan 3 buku...Uang hasil tulisan itu sangat membantu perekonomian rumah tangga kami, khususnya utk pengobatan anak2 kami. Saya juga bisa lulus dengan cum laude.

Karena karya2 yang sangat banyak itu, pada 2008 saya terpilih jadi Dosen Berprestasi Tingkat Jawa Tengah dan juga tingkat Nasional. Karena diajukan menjadi kandidat dosen berprestasi, saya terpaksa mengumpulkan semua karya saya dan mendokumentasinya secara baik. Prinsip saya, jika diberi kepercayaan, maka jangan sia-siakan kepercayaan itu krn hal itu sebenarnya berasal dari Tuhan.

Setelah usai acara Dosen Berprestasi tingkat nasional (saya masuk 10 besar nasional), semua dokumennya diminta kampus saya utk dihitung nilainya.

Stelah dihitung, ternyata nilai angka kredit saya di atas 1000an. Saya diberitahu bahwa bisa loncat dari Lektor ke Guru Besar krn yg dibutuhkan ke Guru Besar hanya 850.

Meski awalnya saya tdk berminat krn konsekuensinya pasti berat, namun mengingat jurusan, fakultas dan universitas saya juga membutuhkan saya menjadi guru besar, saya lalu setuju utk diajukan ke jenjang guru besar...Pada 1 Desember 2010, keluarlah SK Menteri Pendidikan ttg pengangkatan saya menjadi Guru Besar dalam Ilmu Akuntansi.

Secara rasional ilmiah, saya sulit menjelaskan pencapaian di atas. Namun secara iman, saya merefleksikan bahwa pencapaian guru besar itu adalah suatu mahakarya Allah. Gelar itu adalah hadiah termulia yang diberikan Allah kepada saya. Ternyata via "Jalan Salib" melalui penderitaan kedua anak saya, Tuhan mau membawa saya ke tangga guru besar. Melalui "Jalan Salib" itu, Tuhan "menghajar habis-habisan" dan menempa saya utk menjadi pribadi yang ulet, gigih dan cerdas dalam menghadapi realitas kehidupan.

Saya baru menemukan jawaban yang sesungguhnya dibalik cobaan2 hidup mahaberat yang saya dan istri saya alami itu justru pada saat "menyendiri" mempersiapkan pidato pengukuhan pada Mei 2011. Ketika jawaban itu kutemukan, jantungku terasa tak berdetak. Saya terpaku di kursi dan mengeluarkan air mata. Pikiran saya menerawang jauh mengenang kembali saat-saat penderitaan demi penderitaan yang dialami kedua anak kami, khususnya putriku Gloria yang telah dipanggil Tuhan pada akhir April 2006. Saya semakin takjub akan kebesaran Allah karena dibalik berbagai cobaan atau ujian yang datang silih berganti kepada keluargaku, tapi selalu ada berkah dan pertolongan yang diberikan Allah. Ketika itu, saya merasakan Allah hadir dan berdiri di depan saya sambil tersenyum layaknya seorang Ayah.

Itu sebabnya, saya sulit menjawab pertanyaan dari para kolega/relasi ttg rahasia atau kiat2 saya menjadi profesor krn sangat bersifat pribadi.

Namun, yang ingin saya bagikan kepada para sahabat adalah BERSABARLAH dan YAKINLAH secara teguh bahwa dibalik berbagai penderitaan, pencobaan dan kegagalan2 yang kita alami, pasti ada sebongkah berkah atau kemuliaan yg bakal diperoleh dari Allah. Kapan, dengan cara apa, dan dalam bentuk apa berkah/kemuliaan itu bakal diperoleh tak perlu dipertanyakan dan dirisaukan.

Percayalah bahwa "rancangan Allah" untuk setiap orang berbeda-beda dan pasti akan indah pada waktunya.

Selamat menempuh kehidupan ini. Hadapilah dgn sukacita dan isilah dgn karya2 yg bisa memuliakan diri sendiri, sesama dan Tuhan..

Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melimpahkan berkahNya kepada kita semua. Amin.

Semarang, Pebruari 2013

Written by : Nagekeo Bersatu ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul RAHASIA DI BALIK Gelar PROFESOR,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel RAHASIA DI BALIK Gelar PROFESOR ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link RAHASIA DI BALIK Gelar PROFESOR sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 9:29 PM
Share this post :

+ comments + 7 comments

February 26, 2013 at 2:00 PM

Sharing yang inspiratif, Profesor Andreas Lako.

March 18, 2013 at 8:25 AM

terima kasih Prof, semoga kesehatan Bapak beserta keluarga dijaga kebaikannya oleh Alloh.
amin

April 15, 2014 at 5:20 PM

GBU Prof :) , Sangat menginspirasi sekali

September 7, 2014 at 12:43 PM

Setiap orang telah menjadi guru besar atas kehidupannya sendiri apabila ia telah mencapai suatu klimaks pemecahan persoalan dalam hidupnya baik dalam keluarga maupun lingkungan tempat ia tinggal, karena dimana langit dijunjung disitulah bumi dipijak (dalam perspektif iman tentunya). Selamat bwt Prof. Lako, n' GBU.

Deni Djunico
November 24, 2014 at 6:23 PM

Subhanallah, sangat membangkitkan motivasi Prof.. semoga Allah senantiasa membimbing Prof dan keluarga semua..Amin

April 28, 2015 at 9:53 PM

Luar biasa Prof.......
Tuhan Yesus memberkati Prof dan Keluarga.
Semoga saya bisa mengikuti jejak Prof.

June 16, 2016 at 7:42 AM

selamat atas keberhasilan yang kae ande dapat.semoga menjadi inspirasi buat kami.

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger