From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » , » Pulang Kampung Nih..Catatan Menyongsong Pilkada Nagekeo 2013

Pulang Kampung Nih..Catatan Menyongsong Pilkada Nagekeo 2013

Written By Unknown on Wednesday, February 27, 2013 | 3:59 PM


Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo
Warga Nagekeo yang sedang berdomisili di Yogyakarta

Pulang kampung sudah menjadi fakta sosial yang lazim terjadi. Sejak berkembangnya kapitalisme yang memusatkan aktivitas ekonominya di kota, banyak orang meninggalkan kampung halamanya untuk mencari penghidupan yang lebih baik di kota. Biasanya, orang-orang kota ini akan pulang kampung jika ada hajatan keluarga dan hari-hari besar keagamaan guna melepas rindu dan mempererat ikatan kekeluargaan dengan sanak famili di kampung halaman.

Di Indonesia, terutama di era demokrasi dewasa ini, fakta pulang kampung bukan saja pada hajatan keluarga dan hari besar keagamaan seperti yang umumnya terjadi, tetapi juga pada hajatan pesta demokrasi di daerah. Tentunya para politikuslah yang pulang kampung dengan membawa idealisme dan modal ekonomi yang memadai untuk menggapai tujuan ekonomi politiknya pada pesta demokrasi di daerah.

Berbicara tentang pulang kampung, penulis teringat akan presiden Obama, teristimewa akan pidato politiknya di Universitas Indonesia pada tahun 2010 di hadapan ribuan akademisi, politikus dan pejabat tinggi negara republik Indonesia. “Pulang kampung nih. Indonesia bagian dari diri saya”, demikian presiden Amerika Serikat membuka pidato politiknya. Pernyataan Obama ini sungguh menarik atensi dan mengundang tepukan tangan dari sekitar 7.500 undangan.

Sejatinya, Obama datang ke Indonesia dengan tujuan ekonomi politiknya sebagai presiden Amerika Serikat yang ingin membangun mitra ekonomi politik dengan Indonesia. Sebagai negara demokrasi yang berpendudukan 240 juta jiwa, keberadaan Indonesia jelas sangat penting bagi Amerika Serikat.

Indonesia bisa menjadi tujuan pasar bagi perusahaan kapitalis Amerika Serikat. Ekspansi pasar adalah salah satu strategi kapitalisme untuk menghindar keruntuhan akibat kelebihan produksi. Selain itu, dengan keunggulan komperatif, buruh murah dan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia sangat strategis bagi Amerika Serikat untuk mengembangkan idustrinya di Indonesia agar bisa bersaing dalam pasar internasional agar tetap menjadi negara adidaya baik dalam bidang politik, militer mupun ekonomi.

Harapan masyarakat Indonesia adalah agar kemitraan ekonomi politik antara Amerika dan Indonesia dengan kedatangan Obama itu bisa saling menguntungkan. Hal inilah yang dijanjikan oleh presiden Obama sendiri dalam pidatonya. Para ekonom dan pemimpin politis di tanah air meyakinkan masyarakat Indonesia akan janji presiden Obama. Tetapi, pada tataran praktis, secara logis, sulit untuk membayangkan kemitraan yang bisa menguntungkan rakyat Indonesia kecuali segelitir borjuasi, pemimpin politik dan kroni-kroninya yang bergerak dalam perdagangan, impor dan kontrak pertambangan. Kemitraan ini akan membuat Indonesia dijajah secara ekonomi politik oleh Amerika Serikat. Karena itu, kebaikan, kelembutan dan keindahan janji-janji Obama dalam pidatonya harus dilihat lagi secara kritis karena, di balik janji-janji presiden Obama yang meyakinkan, tersimpan agenda neokolonialisme secara ekonomi politik yang mematikan bangsa Indonesia.

Menjelang pilkada Nagekeo 2013, para politikus yang berasal dari kota-kota besar berduyun-duyun pulang kampung. Hingga kini, publik Nagekeo sudah “disodorkan” dengan beberapa kandidat yang bakal bersaing merebut posisi politis puncak di Nagekeo. Menariknya adalah bahwa tampilnya wajah-wajah baru yang namanya mungkin sudah terkenal di kota-kota besar di Indonesia, tetapi belum begitu terkenal bagi masyarakat Nagekeo. Oleh karena itu, agar dikenal, baliho-baliho dan poster-poster menarik dipajang di sepanjang jalan dan tempat-tempat publik di Nagekeo yang dibarengi dengan janji-janji politis yang aduhai dan layak dijual. Dalam negara demokratis, aktivitas seperti ini sah-sah saja. Apalagi, dalam kondisi sosial di mana mayoritas pemilihnya adalah swing voters (pemilih mengambang), pencitraan dan pengenalan diri ke publik melalui poster dan baliho adalah strategi jitu untuk melenggang ke panggung politik.

Jika diperbolehkan untuk membawa orasi politik seperti Obama, bisa jadi wajah-wajah baru dalam konstelasi politik menuju pilkada Nagekeo 2013 akan berujar: “pulang kampung nih”. Mungkin ada yang dengan bangga dan lantang mengatakan: “Nagekeo bagian dari diri saya”. Pernyataan politik seperti ini wajar-wajar saja dilontarkan dalam medan politik Nagekeo. Sebab, seberapa pun lamanya para wajah-wajah baru ini malang melintang di negeri orang dengan berbagai kesuksesan, mereka tetap merupakan orang Nagekeo. Oleh karena itu, kedatangan mereka untuk kembali ke kampung halaman selalu dirindukan oleh masyarakat Nagekeo. Cerita sukses mereka di tanah orang mungkin bisa menjadi hiburan bagi masyarakat Nagekeo.

Tujuan pulang kampung wajah-wajah baru di panggung politik Nagekeo tentu saja memiliki tujuan ekonomi politik. Hal ini terungkap amat jelas dalam baliho-baliho dan poster-poster diri mereka. Dalam negara demokratis, hal ini sah-sah saja walaupun terkesan pragmatis karena mereka pulang kampung hanya karena ada perhelatan pilkada Nagekeo. Jika berpikir agak “liar” bisa dikatakan bahwa mereka ingin mencari keberuntungan di negeri sendiri setelah menjadi sukses di negeri orang. Namun, pikiran seperti ini tentu tidak adil dan tidak rasional.

Ada dua argumen yang perlu diutarakan di sini. Pertama, tidak semua wajah baru yang tampil dalam perhelatan politik menyongsong pilkada 2013 bersifat pragmatis, mencari keberuntungan politis di kampung sendiri. Bisa jadi banyak dari mereka memiliki tujuan politis yang lebih mulia dari sekedar menjadi bupati Nagekeo lima tahun ke depan, yakni untuk membawa masyarakat Nagekeo kepada kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik yang lebih baik.

Kedua, para wajah baru ini memiliki hak politik sebagai warga negara Indonesia untuk bertarung secara demokratis dalam pilkada Nagekeo 2013. Hak politik ini harus juga dihargai. Kalau Jokowi-Ahok yang adalah orang Solo dan Bangka Belitung sah secara politis untuk bertarung menjadi Gubernur DKI, mengapa para wajah baru yang sudah lama di negeri orang, tetapi masih merupakan orang Nagekeo, tidak bisa melakukan itu. Hak politik mereka harus dijunjung tinggi. Lebih dari itu, mereka yang berani tampil pada pilkada Nagekeo 2013 adalah putra-putri Nagekeo terbaik yang bisa menahkodai kapal Nagekeo lima tahun ke depan ke pulau impian semua masyarakat Nagekeo.

Tentu saja para wajah baru datang ke Nagekeo bukan sekedar untuk melakukan wisata politik atau pun onani politik. Niatan mereka untuk bertarung dalam pilkada Nagekeo 2013 adalah untuk kepentingan masyarakat Nagekeo seluruhnya. Walaupun demikian, masyarakat Nagekeo perlu juga hati-hati dan kritis dalam mendengar segala orasi dan tawaran politik para wajah baru yang baru pulang kampung karena ada hajatan pilkada Nagekeo 2013. Sebab, jangan sampai mereka berlaku seperti presiden Obama, yang datang dengan kata-kata politis yang serba wah, tetapi mengandung agenda ekonomi politik yang pragmatis demi memperkaya diri dan keluarga dengan kekuasaan dan uang.

Penulis tidak perlu menggurui publik Nagekeo, sebab mereka bukan insan politik yang mudah dibodohi dan digiuri oleh janji politik palsu. Publik Nagekeo hanya akan memilih pemimpin visioner dan punya intergritas moral yang tinggi demi kemajuan Nagekeo lima tahun mendatang tanpa memandang wajah baru atau wajah lama. Selamat berdemokrasi menyongsong dan melaksanakan pilkada Nagekeo 2013!

Diterbitkan Flores Pos, 26 Februari 2013

Written by : Unknown ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Pulang Kampung Nih..Catatan Menyongsong Pilkada Nagekeo 2013,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel Pulang Kampung Nih..Catatan Menyongsong Pilkada Nagekeo 2013 ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link Pulang Kampung Nih..Catatan Menyongsong Pilkada Nagekeo 2013 sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 3:59 PM
Share this post :

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger