From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » » Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif

Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif

Written By Nagekeo Bersatu on Friday, May 6, 2016 | 4:26 PM

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stanislaus Raja Tonga, menilai gagasan Bupati Nagekeo Elias Djo membentuk Lembaga Pemangku Adat (LPA) bernuansa konspiratif.

Stanislaus, mantan Komisaris Daerah PMKRI DKI Jakarta (Pengurus Pusat PMKRI periode 2013-2015), menegaskan pentingnya kajian mendalam, terutama aspek hukum dan agraria maupun hukum tata negara, jika Bupati Elias Djo getol membentuk LPA yang ditetapkan di dalam peraturan daerah (perda).

"Butuh sikap dan kesadaran kolektif pemerintah daerah dan juga semua lapisan masyarakat Nagekeo untuk mengawal proses ini. Tidak mudah membentuk lembaga masyarakat adat apalagi sampai dibuat perda," tuturnya kepada Redaksi Nagekeo Pos sore ini.

Elias Djo belum lama ini menggagas perlunya pembentukan LPA, terdiri dari tokoh-tokoh adat, yang diharapkan menjadi fasilitator penyelesaian sengketa tanah.
Dengan demikian, menurut Elias Djo, tidak semua kasus tanah perlu dibawa ke meja hijau, tapi bisa diselesaikan di tingkat masyarakat sendiri.

Stanislaus memberi apresiasi pada gagasan LPA ini, tapi menegaskan proses pembentukan LPA harus dijalankan secara jujur dan bijaksana oleh pihak penyelenggara pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif.

Bukan tidak mungkin gagasan ini ada nuansa konspirasi yang merugikan masyarakat adat pada umumnya, ujarnya.

Stanislaus, aktivis PMKRI yang dekat dengan beberapa tokoh nasional seperti J Kristiadi, Harry Tjan Silalahi, Sebastian Salang (direktur Formappi), Letjen Edi Rahmayadi (Panglima Kostrad), dan Ansy Lema (pengamat politik), menghimbau perlunya sikap dan kesadaran kolektif pemerintah daerah dan juga semua lapisan masyarakat Nagekeo untuk mengawal proses (pembentukan LPA) ini.

Soal struktur LPA, tambahnya, biarlah masyarakat adat yang menentukan sendiri sebab masyarakat adat memiliki sistem, tradisi dan konsesi tersendiri yang baku secara adat yang sudah berlangsung turun temurun.

"Selanjutnya penyelenggara pemerintahan daerah harus melakukan dialog dgn komunitas-komunitas adat (suku-suku) untuk mendengarkan aspirasi mereka terkait proses perumusan perda tersebut," pungkas Stanislaus.

Written by : Nagekeo Bersatu ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:26 PM
Share this post :

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger