From World for Nagekeo
Headlines News :
Home » » Ada Hal-hal Yang Lebih Kuat Menyatukan Kita Daripada Yang Memisahkan

Ada Hal-hal Yang Lebih Kuat Menyatukan Kita Daripada Yang Memisahkan

Written By Unknown on Sunday, October 6, 2013 | 1:29 PM

Oleh : Giorgio Babo Moggi

(Mengenang Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2013)

Indonesia adalah kristralisasi keringat (meminjam istilah Tukul Arwana) dan darah para pahlawan. Terbentuknya negara ini merupakan keputusan final - termasuk dasar dan falsafah dan negara. Namun, kenyataan di berbagai media, sekelompok masyarakat masih meributkan dasar falsafah dan ideologi bangsa, Pancasila.

Usia kemerdekaan Indonesia telah melampui usia intan belum menjamin kita sebagai bangsa yang matang berdaya saing internasional. Kita masih ribut terhadap sesuatu yang final dan telah menjadi kesepakatan para “founding father” negara. Kita pun seperti berada ada pusaran arus. Berputar dan berputar pada poros yang sama. Bahkan kita nyaris tenggelam di pusaran tersebut.

Mencermati situasi gerakan atau demo anti pancasila, pikiran saya menerawang dan berlabuh pada sebuah pertanyaan; “Ada apa gerangan bangsaku?”

Apakah kita sendang mencari identitas sebagai sebuah bangsa? Tidak! Kita telah terlahir sebagai bangsa yang memiliki identitas yang unik. Bangsa yang memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, agama, dan keyakinan. Itulah identitas kita. Indonesia yang heterogen. Itulah kekayaan bangsa kita.

Realitas, setelah kran demokrasi dibuka menyebabkan kita melakukan aksi dan berpikir tanpa kendali. Tindakan anarkis verbal maupun fiksi hiasi hidup bangsa ini. Kita bebas tetapi bebas yang kebablasan.

Mantan PM Australia, Kevin Rudd, pernah bertutur pada pidato kekalahan pemilihan PM kali lalu demikian, "Sebab apapun garis politik kita, yang paling utama dan penting adalah kita bangsa Australia dan HAL-HAL YANG MENYATUKAN KITA JAUH LEBIH KUAT DIBANDINGKAN YANG MEMISAHKAN KITA. Karena itulah dunia mengagumi Australia."

Setidaknya kita bisa belajar ungkapan nasionalis seorang Kevin Rudd (kekaguman pada Australia) di atas. Australia, demikian halnya bangsa Indonesia memiliki keragaman; suku, agama, budaya, adat istiadat, dan bahasa, namun ada hal-hal yang menyatukan kita yang berbeda ini yakni “perasaan dan sepenanggungan” sebagai bangsa yang terjajah.

Jika sejarah perjalanan bangsa kita lebih kuat menyatukan kita, mengapa kita fokuskan pada aspek-aspek perbedaan yang memisahkan kita? Para pendiri bangsa telah memikirkan sejak sebelum bangsa ini berdaulat secara penuh.

Perjuangan kita bukan lagi mempersoalkan dasar dan falsafah negara melainkan memerangi penyakit sosial dan individu yang merong-rong budaya bangsa kita seperti korupsi, kemiskinan, keterbelakangan pendidikan dan sebagainya. Adalah tepat jika Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama, pada acara pembukaan Festival Baleganjur di Cibubur, menantang kita semua,”Siapakah yang berani mengorbankan diri untuk tidak korupsi?”

Lebih lanjut Ahok menyampaikan bahwa pendiri bangsa kita dengan jelas merumuskannya semua nilai keyakinan, agama, budaya yang dileburkan dalam 4 pilar bangsa: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan tunduk pada pancasila tidak berarti kita tidak beriman. Justeru ayat ayat-ayat konstitusi menjadi sakral karena nilai-nilai itu dilebur dari nilai ayat-ayat suci yang dimiliki bangsa ini.

Sebuah media online Australia menulis tentang Indonesia demikian, “Besar dan dekat tapi miskin dan lemah, Indonesia memiliki tempat gelap dalam pandangan dunia Australia. Kami tidak pernah tahu pasti apa yang menyebabkan keadaan demikian, atau bagaimana secara serius untuk mengatasinya. Tidak ada pilihan lain kecuali segera mengambil langkah yang sangat serius, karena Indonesia akan berubah cepat. Pada era Asia, itu mungkin penting untuk Australia sama pentingnya seperti Cina dan Amerika Serikat. Bahkan mungkin menjadi sekutu kita yang paling penting.

Sebuah tulisan yang dapat menjadi refleksi bagi kita semua - mengeruk hati dan pikiran kita dari keterpurukan pola pikir sempit sekaligus juga harapan Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang besar.

Australia saja mengakui Indonesia akan tumbuh cepat dan besar selevel AS atau Cina. Hal ini tercapai jika menyamakan persepsi untuk memandang bangsa ini secara komprehensif. Indonesia yang majemuk, kokoh, bersih dan berwibawa.

Hal lain yang teramat penting adalah tumbuhkan nasionalisme dalam diri kita masing-masing. Sesungguhnya, ada hal-hal yang menyatukan kita lebih kuat sebagai bangsa daripada yang memisahkan kita. Itulah prinsip yang diusung pada pendiri bangsa (para pahlawan) ini. *** (gbm)

Penulis ada mahasiswa di Studies Computer Networking and Security at MIT James Cook University, Townsville, Quensland, Australia

Written by : Unknown ~ Berita Online Nagekeo

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Ada Hal-hal Yang Lebih Kuat Menyatukan Kita Daripada Yang Memisahkan,, Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda . Anda boleh menyebar luaskannya atau Mengcopy Paste-nya jika Artikel Ada Hal-hal Yang Lebih Kuat Menyatukan Kita Daripada Yang Memisahkan ini sangat bermanfaat bagi Blog dan teman-teman Anda, Namun jangan lupa untuk Meletakkan link Ada Hal-hal Yang Lebih Kuat Menyatukan Kita Daripada Yang Memisahkan sebagai sumbernya.

Join Us On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for Visiting ! ::

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 1:29 PM
Share this post :

Post a Comment

Note :

1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel
2. Berkomentarlah dengan bijak
3. Mohon untuk tidak melakukan SPAM

Semoga Jaringan kita terus terjalin dengan saling berbagi informasi

Regards,
Nagekeo Pos

 
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger