From World for Nagekeo
Headlines News :
Bonie AC Advertise
Support Us With Your Advertise
Showing posts with label social Nagekeo. Show all posts
Showing posts with label social Nagekeo. Show all posts

Paskah Nagekeo-Jakarta & Pastor Artis Philipus Tule

DEPOK (Nagekeo Pos) - Hari ini (Sabtu sore), keluarga besar Nagekeo di Jakarta akan merayakan Paskah Bersama 2018, sebuah kerinduan berbagi sukacita Kebangkitan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Acara ini akan di gelar di anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII).
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:45 PM

Musisi Adolfus Bhoke: Romo juga punya dosa


DEPOK (Nagekeo Pos) - Komunitas Gereja di Kalisari, Cijantung (Jakarta Timur) juga keluarga besar Nagekeo di Jakarta tengah berduka cita atas kepergian Adolfus Bhoke, tokoh musik dan pelatih paduan suara (koor), kemarin (7/11), akibat serangan pada jantung.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 2:09 PM

Romo Paulus Bongu Gani Pr: Dia telah meninggalkan rumah, tapi tetap menghadirkan rumah


Mengenang Laurens Tato Gani

DEPOK (Nagekeo Pos) - Hal yang paling menonjol dari beberapa bacaan di perayaan Misa arwah 40 hari Laurens Tato Gani adalah pernyataan Yesus berikut ini, "Di rumah Bapakku ada banyak tempat tinggal. Dimana Aku berada, kamupun harus berada."
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 7:05 PM

Soal almarhum tercinta om YENI

DEPOK - Omku yang paling baik tapi pendiam (om YENI), selamat jalan om. saya turut sedih dan mendoakan om untuk beroleh kebahagiaan kekal di Surga. Om pantas marah kami semua, termasuk saya yang ikut sebarkan foto om (mati gantung diri di pohon), gambar sebuah moment dimana om membuat keputusan terakhir, cara paling tragis yang melampaui kemampuan kami untuk memahami, bahkan mencernanya.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:15 PM

Ibu Imelda Nage, Guru Hebat itu telah pergi


JAKARTA (Nagekeo Pos) - Sebagian besar publik Nagekeo berduka karena sosok ibu dan wanita yang hebat dan guru populer, Imelda Nage Wona, telah pergi untuk selamanya. Ibu Melda, demikian sapaan akrab, meninggal di usia ke-76 pada Minggu (18/12) di rumah kediamannya di Boawae, setelah dirawat di rumah sakit di Kupang dan Surabaya.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:23 PM

Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stanislaus Raja Tonga, menilai gagasan Bupati Nagekeo Elias Djo membentuk Lembaga Pemangku Adat (LPA) bernuansa konspiratif.

Stanislaus, mantan Komisaris Daerah PMKRI DKI Jakarta (Pengurus Pusat PMKRI periode 2013-2015), menegaskan pentingnya kajian mendalam, terutama aspek hukum dan agraria maupun hukum tata negara, jika Bupati Elias Djo getol membentuk LPA yang ditetapkan di dalam peraturan daerah (perda).

"Butuh sikap dan kesadaran kolektif pemerintah daerah dan juga semua lapisan masyarakat Nagekeo untuk mengawal proses ini. Tidak mudah membentuk lembaga masyarakat adat apalagi sampai dibuat perda," tuturnya kepada Redaksi Nagekeo Pos sore ini.

Elias Djo belum lama ini menggagas perlunya pembentukan LPA, terdiri dari tokoh-tokoh adat, yang diharapkan menjadi fasilitator penyelesaian sengketa tanah.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:26 PM

Mengenang sosok Bapak Yoseph Lea Wea

Oleh Loveynk Wea

"Hidup Hanyalah Diubah Bukannya Dilenyapkan". Saya masih ingat persis dalam beberapa kesempatan ketika hendak berpamitan denganya, saya biasanya berkata dalam bahasa daerah," Bapa ngusa keli supaya ngaya nga'o ti'i berkat perdana, bapa bana nuka yeta altar ".

Sebuah ungkapan yang selalu membuatnya tersenyum dengan butir-butir air mata mengalir pada pipinya. Saya tak pernah tahu dan mungkin tak pernah sanggup menafsirkan arti senyuman dan tetesan air mata yang ia curahkan.

'Kepergianya' akhirnya membuat saya paham bahwa dengan bahasa yang berbeda bapa Yoseph mungkin ingin mengatakan, "Anakku, dengan mencintai dan setia pada jalan panggilanmu, engkau telah memberi berkat terhebat itu buatku".
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 9:24 PM

Yahya Ado & Apresiasi untuk PLAN Nagekeo

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Yang terpenting dalam karya pengabdian adalah bekerja dengan setulus hati. Tidak penting soal besar atau kecilnya pekerjaan yang sedang diemban, tapi suksesnya sebuah karya pengabdian menuntut komitmen dan cinta kasih, demikian tulis Yahya Ado di laman facebooknya.

Banyak orang bisa menulis kata-kata inspiratif, tapi tidak banyak yang bisa melakoninya. Yahya Ado, satu di antara yang sukses karena setiap kata yang keluar dari mulutnya, pikiran yang tumbuh dari kepala dan hatinya, berikut goresan penuh makna di media sosial, selalu menginspirasi setiap orang, termasuk keluarga di rumah PLAN Nagekeo, kumpulan insan pegiat kemanusiaan.

Yahya Ado cum socius (dkk) akhirnya mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten Nagekeo, apresiasi untuk sebuah penghargaan hebat karena PLAN Nagekeo, perpanjangan tangan PLAN Internasional, telah menyumbang banyak karya nyata yang berguna untuk masyarakat Nagekeo, terutama generasi muda, generasi anak-anak dan perempuan.

Hidup ini kita pinjamkan dari anak cucu kita, tulis Yahya Ado. Sepenggal tulisan ini agak sulit dimengerti, tapi setidaknya leader hebat PLAN Nagekeo ini ingin katakan bahwa setiap orang WAJIB memelihara anak-anak.

Yahya Ado berkali kali berharap agar setiap orang wajib melindungi anak-anak, juga perempuan, membebaskan mereka dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Kekerasan hanya menyisahkan pilu. Anak-anak mesti lebih ceria menatap masa depan mereka. Biarkan anak-anak punya mimpi, demikian tulis Yahya Ado.

Benar, bahwa banyak orang miskin bukan karena tak memiliki harta, tapi karena mereka tak punya mimpi. "APAPUN bentuknya, kekerasan hanyalah menyisahkan dendam. Justru dengan cinta kasih, anak-akan belajar betapa pentingnya mempunyai cita-cita," tulis Yahya Ado.

Orangtua adalah guru perubahan. Ketika orang tua berperan maksimal untuk menstimulasi potensi anak yang maksimal, maka tak ada anak biasa, tapi luar biasa. Semoga anak-anak Nagekeo punya mimpi, punya cita-cita, dan menjadi orang cerdas yang kreatif.

Terima Kasih Yahya Ado cum socius, terima kasih PLAN Nagekeo. Penghargaan yang disampaikan Wakil Bupati Nagekeo belum lama ini bagi PLAN Nagekeo adalah ungkapan syukur dan terima kasih dari anak-anak dan kaum perempuan Nagekeo. Setidaknya, PLAN Nagekeo telah membantu menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat.

Terima Kasih untuk pemerintah pusat yang merekomendasi PLAN Internasional berkarya di bumi Nagekeo, dan pemerintah Nagekeo boleh beruntung mendapat mitra hebat seperti Yahya Ado cum socius.


Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 11:29 AM

Boawae, kota orde 2 setelah Mbay

Oleh Silvester Teda Sada

Sesuai Perda No 1 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Nagekeo, Perkotaan Boawae meliputi 8 kelurahan: Nagesapadhi, Olakile, Natanage, Natanage Timur, Nageoga, Ratongamobo, Rega, dan Wolopogo.

Dalam tahun 2012, Bappeda Nagekeo melakukan studi Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Boawae dan disosialisasi kepada warga 8 kelurahan dimaksud tentang apa dan bagaimana mengatur Boawae menjadi Kota yang tertata rapi, asri, aman, nyaman dan produktif.

Boawae, istilah teknisnya, sebagai PKLp (Pusat Kegiatan Lokal Promosi) atau kota orde II setelah Mbay, telah lama berkembang sebagai kota kecamatan yang relatif lebih progresif dan ramai, sekaligus menjadi persinggahan yang penuh kenangan ketika melintasi jalan trans Flores dan berada di kaki Gunung Ebulobo.

Hawanya yang sejuk, hijau dan ramah menjadikan Boawae sebagai kota kecil yang menjanjikan panorama dan nuansa keilmuan, kota pendidikan. Banyak orang menjadi baik, bijaksana dan tahu sopan santun setelah mengenyam sebahagian pendidikannya di Boawae (SD Boawae, SMP Kotagoa, SPP St Isidorus, SPG, SMA Clemens, dan saat ini ada PT St Wilhelmus... dll).

Semua pihak tentu berharap, semoga Boawae semakin berkembang dan semakin ramah, toleran dan berbudaya dalam pergaulan hidup sebagai masyarakat kota masa depan. Caranya? mari kita tingkatkan dengan menata dan mendesainnya secara arif dan bijaksana Perkotaan Boawae pasca pemekaran.

TESTIMONI

Nagekeo Bersatu: banyak yang mengeluh tentang nagekeo ame...jalan masih sangat jelek, agak bagus cuma di wilayah perbatasan..justru yang bisa dikatakan kota itu boawae..bukan danga..sy sudah masuk hingga ke dalam-dalamnya..boawae itu rapi, jalan bersih, tata kota menarik, hingga ke dalam-dalamnya..sedangkan danga tidak tertata baik..cerita teman saya asal ngada.

Icha Bupu: mau seperti apapun tempat itu,,,kalo ditata dengan rapi pasti terlihat keindahannya..tidak peduli ada dimana daerah tersebut,,yang di kota juga tidak menjamin kalo tempatnya itu bersih,,, maka dari itu perlu kerja sama dan rasa tanggung jawab yang tinggi dan itu semua kembali ke pribadi kita masing-masing!

Kanis Laking: Boawae msyarakatx homogen masih "papa dheko" mbay/danga sebagai ibukota msyrkatx heterogen sudah susah di atur, kondisi mbay/danga yg kampung di rindukan kembali oleh kami, krn kami msh ne'e uku ada, yg buat mbay/danga di stigmatisasi kota penuh masalah juga pengaruh urbanisasi, sikap arogansi msyrkat lokal juga sikap tdk tau diri para pendatang di mbay danga.

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 5:53 PM

Bulir-bulir padi yang tak lagi menguning di balik megahnya gedung pemerintahan


Oleh Martin Theodore (Martinus Mai)

Sahabatku, nampaknya genap sudah kekwatiran masyarakat kita atas tidak keberpihakan pemimpin kita terhadap rakyat. Di tengah pergolakan ekonomi rakayat yang terombang-ambing oleh berbagai kemelutan, serta kelangkaan di berbagai dimensi. Pemerintah malah, sempat-sempatnya merampas harta satu-satunya milik rakyat.

Menanggapi tulisan Julius Jera Rema, mengenai “Nani Aoh di Pusaran Konflik Malaruma”, saya menjadi miris dan sedih, dimana kami masyarakat kecil tidak ada yang berpihak, kendanti merampas kami hanya berpasrah.

Bukan soal kelegalitas, atau masalah prosedural, atau masalah sengketa tanah milik suku itu atau suku ini. Melainkan minimnya kebijakan pemerintah dengan mencoba melenyapkan sumber-sumber nafkah milik rakyat. Tambah lagi rendahnya imajinasi pemimpin akan ancaman-ancaman ekonomi di masa mendatang, seakan menopang sendi-sendi ini, untuk berontak.

Saya mengatakan pemimpin telah melenyapkan sumber-sumber nafkah rakyat, dibumbuhi rendahnya imajinasi adalah suatu perasaan kekecewaan yang mendalam.

Jika pemerintah memahami ekonomi kerakyatan, pasti pemerintah akan berusaha bagaimana memperluas areal persawahan, areal pertanian, atau areal perikanan. Bukan membangun gedung-gedung seperti di Jakarta sebagai tempat-tempat pelindung para koruptor.

Mengapa harus merampas lahan seluas 30 ha, sementara harus menyempit areal pertanian. Bukankah masih ada tanah non produktif lainnya, tempat berdiri gedung-gedung mewah yang seakan memancarkan butir-butir arogan ?

Gedung boleh berdiri tapi kita tidak pernah akan melihat padi yang menguning, atau hijauhnya daun sayur-sayuran. Masyarakat kehilangan lahan tempat beradu nasib, sementara pemimpin buntu mencari jalan menuju rakyat sejahtera.

Dalam tulisanku “Borneo (Kalimantan) di tahun 2070”, saya telah memaparkan bagaimana pemuda-pemudi dayak kesulitan mencari sebidang tanah hanya untuk sekedar membuang air kencing, apalagi untuk menanam buah, rotan, racun sumpit, berburu, dll. Itu bukan suatu ilusi, atau kekawatiran belaka, semua akan genap, apabila penambang liar, exploitasi, penebangan liar, dan pelelangan tanah tetap menjadi hobi di negeri ini.

Lalu mengapa kita membangun gedung diatas tanah produktif, di atas tanah rakyat kita ? Apakah hati kita akan lebih tegar melihat rakyat kita kesulitan mencari sebidang tanah untuk menanam serumpun pisang, serumpun singkong apalagi sepetak sawah ?

Kami Bersuara Karena Nasib Kami.
Semangat membangun Nagekeo.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 9:00 PM

Bumi Cikarang, Magnet Cinta & Kehidupan Warga Nagekeo

Penulis: Barce Alfred Jawa
fotografer: Fridus Mei Rm

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Cikarang merupakan kota industri serta kawasan industri terbesar dan kota terlengkap di Timur Jakarta dan juga adalah kawasan industri terbesar se Asia Tenggara.

Cikarang juga menjadi salah pusat industri nasional dan ibukota pemerintahan kabupaten Bekasi propinsi Jawa Barat.

Bumi Cikarang adalah salah satu kota industri yang sedang berkembang pesat di Timur Jakarta, dengan ratusan bahkan ribuan perusahaan baik berasal mancanegara maupun perusahaan dalam negeri.

Perusaahaan tersebut memenuhi beberapa kawasan industri yang tersebar di wilayah Cikarang dan Cibitung.

Adapun beberapa kawasan industri yang sudah eksis di Cikarang dan Cibitung antara lain: kawasan MM 2100, kawasan Jababeka 1 & 2, kawasan East Jakarta Industrial Park ( EJIP), kawasan industri Delta Silicon 1,2,3, & 4, kawasan Bekasi International Industrial Estate (BIIE] yang dikenal dengan sebutan kawasan Hyundai, kawasan Mulia Industrindo [Mulia Keramik Indah Raya (MKIR), Muliaglass Float (produksi kaca lembaran), Muliaglass Container (produksi botol kemasan dan glassblock), Mulia Safety Glass (produksi kaca mobil)].

Cikarang merupakan ikon kota industri di tanah air. Kehadiran Industrial Park seperti Jababeka, EJIP, Lippo Cikarang, Delta Mas di diwilayah Cikarang ini mirip dengan kawasan industri Jurong di Singapura dan Syah Alam di Malaysia.

Wilayah kota Cikarang sendiri terbagi menjadi lima bagian yaitu Cikarang Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan.

Seiring pertumbuhan kawasan industri di kabupaten Bekasi dibutuhkan pula banyak tenaga kerja.

Di tengah pertumbuhan ekonomi dan globalisasi, perusahaan-perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja sebagai penunjang akan produktivitas dan peningkatan hasil produksi.

Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja yang siap pakai, produktif dan memiliki etos kerja yang tinggi. Kebutuhan akan tenaga ini tidak terpenuhi oleh angkatan kerja di pulau Jawa saja namun menyerap semua tenaga kerja dari seantero nusantara ini.

Hal ini menimbulkan persaingan yang cukup berat dalam meraih kesempatan untuk bekerja dalam kawasan-kawasan industri di atas.

Peluang ini menarik perhatian anak-anak NTT pada umumnya dan Flores pada khususnya untuk mengadu nasib di berbagai perusahaan-perusahaan di kawasan-kawasan industri tersebut.

Di bumi Cikarang ini banyak dijumpai anak-anak NTT yang tersebar di perusahaan-perusahaan raksasa seperti, baja, elektronik, garmen, kimia, consumer goods, keramik, kaca dan lain-lain.

Dari tahun ke tahun jumlah tenaga kerja semakin bertambah. Mereka bermukim di luar sekitar kawasan industri.

Dalam perjalanan waktu muncul perasaan sedaerah yang mendorong mereka untuk membentuk perkumpulan atau kelompok kedaerahan. Mula-mula perkumpulan atau kelompok kedaerahan ini, meliputi wilayah propinsi NTT, seperti perkumpulan masyarakat Flobamora.

Seiring perjalanan waktu perkumpulan-perkumpulan kedaerahan ini lebih mengerucut pada kelompok yang lebih eksklusif seperti kelompok di tingkat kabupaten atau kecamatan.

Seperti kelompok arisan Manggarai, kelompok arisan Sa Ate Bajawa, arisan Mbay, paguyaban Woe Modhe Nangaroro Cikarang, arisan Tubu Musu Ende, arisan Flores Timur.

Paguyuban Woe Modhe

Di bumi Cikarang, tumbuh banyak kelompok Nagekeo diaspora, satu diantaranya adalah paguyuban Woe Modhe Nangororo Cikarang.

Sebelum terbentuknya paguyuban Woe Modhe Cikarang, dan arisan Mbay ada beberapa perintis dari warga Nagekeo yang telah terlebih dahulu bekerja di wilayah Cikarang. Seperti alm. Matheus Tiba, Primus Nanga, alm. Marsianus Daga, alm. Stanis Paso, Rafael Dapa & Rikardus Nai.

Beberapa tahun kemudian para pemuda dari Nagekeo berdatangan untuk mencari pekerjaan di kawasan-kawasan industri Cikarang. Arus urbanisasi ini seiring dengan semakin berkembangnya industri di di wilayah Cikarang.

Dengan semakin bertambahnya jumlah pendatang dari Nagekeo, memotivasi mereka untuk selalu berkumpul bersama dalam komunitas seasal. Hal ini menjadi cikal bakal terbentuknya paguyuban Woe Modhe Cikarang.

Terbentuknya paguyuban dengan mengambil nama Woe Modhe terinspirasi dari asal kata dalam bahasa daerah Nagekeo yang artinya sahabat karib atau sahabat sejati (Woe = teman/sahabat. Modhe = indah/cantik).

Dari asal kata Woe Modhe ini maka terbentuklah paguyuban dengan nama Woe Modhe yang mengambil spirit “woe miu modhe-modhe jeka nipi kombe”.

Persaudaraan dan kebersamaan yang harus selalu terjalin hingga mengalir sampai ke sum-sum.
Paguyuban ini dibentuk pada tanggal 16 Juni 2000 dengan kegiatan awal berupa minu ae petu untuk persiapan pernikahan salah satu anggotanya.

Selanjutnya terbentuk arisan bulanan dan koperasi simpan pinjam sehingga tali silaturahmi semakin terjalin karena adanya pertemuan bulanan di rumah-rumah anggota yang mendapatkan arisan.

Kebersaaman ini membangkitkan rasa solidaritas sesama anggota. Jika ada yang mengalami musibah atau sakit bahkan kematian, anggota paguyuban ini bahu membahu dalam meringankan beban atau memberi hiburan bagi keluarga yang mengalami musibah.

Dalam moment lain seperti pernikahan dan sambut baru serta baptisan anak, anggota kelompok bersama-sama ikut dalam kepanitiaan sebagai wujud persaudaraan yang sejati.

Pada perkembangan selanjutnya seiring dengan telah memasuki kehidupan berkeluarga dan mendapatkan keturunan, paguyuban ini membentuk tabungan pendidikan yang dikenal dengan sebutan “woe modhe junior”.

Maksud dan tujuannya adalah bersama-sama menabung untuk pendidikan anak. Uang tabungan ini dapat dipinjamkan di saat anak-anak memasuki sekolah atau jelang awal semester. Hal ini sangat membantu mengingat begitu mahalnya biaya pendidikan anak sekarang ini.

Bagi saudara-saudara yang baru datang dan yang ingin mencari pekerjaan di Cikarang ataupun di kota-kota besar di wilayah Jabodetabek hendaklah mencari tahu dan bergabung dengan perkumpulan seperti ini.

Disamping itu harus mempersiapkan diri baik-baik dalam hal ijazah, surat pindah penduduk dan lain-lain. Karena aspek-aspek itu menjadi prasyarat untuk mendapatkan perkerjaan di kota besar.

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 7:43 PM

Mahasiswa Asal Nagekeo Jadi Korban Penembakan di Lapas Sleman


JAKARTA (Nagekeo Pos) - Sekelompok orang bersenjata dan bertopeng menembak mati empat tahanan di lapas (lembaga pemasyarakatan) Cebongan, Sleman, Yogyakarta tadi malam. Salah satu korban diketahui bernama Adrianus Candra Galaja (Dedi), mahasiswa asal Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketiga korban lainnya diketahui bernama Diky Sahetapi, Adi, dan Johan (bekas polisi yang dipecat akibat kasus shabu). Bahkan ada sumber yang mengatakan keempat korban tewas ini adalah warga dari propinsi NTT.

Keempat korban ini adalah pelaku kericuhan dan penganiayaan di Hugos Café pada 18 Maret 2013 yang menewaskan Sersan Satu Santoso, salah satu anggota TNI AD Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo.

Insiden penyerangan dan penembakan di Lapas Cebongan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB tadi malam. Sekelompok orang bersenjata dan bertopeng memaksa masuk ke dalam lapas melalui pintu portir dengan menodongkan senjata. Kelompok orang tak dikenal itu pun meminta petugas lapas untuk tiarap lalu mereka merusak closed circuit television (CCTV).

Kemudian, segerombolan orang itu meminta petugas untuk menunjukkan kamar empat warga binaan. Di dalam kamar itu terdapat 35 tahanan. Dengan lihai gerombolan tersebut melihat dan memberondong empat tersangka tahanan titipan tanpa melakukan kesalahan. Insiden ini juga menyebabkan dua petugas Lapas mengalami luka-luka.

Dedi adalah mahasiswa di sebuah universitas di Yogyakarta. Orangtuanya saat ini berdomisili di Aegela, Ndora, Nagekeo. Ibu Dedi adalah seorang guru. Dedi adalah alumni di SMP 2 Nangaroro dan SMA Setiawan Nangaroro.


Anis Wea: Suko Doa ta mona pota,Suko Nage ta pata pawe,suko ma'u ta tolo bantu,suko Bai ta mali ai... Ele suko Doa negha kai tama de lima Ga'e,kami pai de Ga'e Dewa Kami,Kami Pai Berkat de Ga'e Dewa Ema simo Oga Dedi one Sa'o Meye Yeta Liyu Lewa.

Silvester Woru: waduh...ada yg jadi korban saudara2 kita. terkutuklah yg main hakim sendiri. mentang2 punya senjata.....

RagilSempronk: Dibalik kekecewaan yg sangat besar terhadap penyelenggara negara yg tak mampu melindungi warganya, ini semua pasti ada hikmahnya..

Razak Arjjen: Diberitahukan kepada seluruh Masyarakat NTT, hari ini kita berduka atas meninggalnya 4 warga kita yang ditembak di dalam ruang tahanan LP Cebongan, Yogyakarta.. Mhon disebarkan ke seluruh warga NTT, dan kalo yang punya jaringan ke Gubernur Bpk. Frans Leburaya, tolong sampaikan masalah ini. Sekiranya beri perlindungan kepada kami Warga NTT di Jogja. Kami bingung harus mencari suaka ke siapa.. Terima kasih

Chris Nato: Macamx d negara ini dan prov NNT harus ada sosok sprti FIDEL CASTRO N CHE GUEVARA yg mw melakukan revolusi terhadap kekuasaan2 sperti ini..ℳααƒ klw status sy salah tp ne karna rasa sakit hati atas kematian 4 penerus bangsa n jga NTT.

Tobby Ndiwa: Ndoe., kalo baca ini kronolgis seperti saya nonton film AMERICAN FORCE. Bagaimana mereka melumpuhkan lawan2nya...begitu cepat,taktis dan tuntas...itupun mereka menghadapi lawan yg mempunyai kekuatan senjata..,tapi muda2han bukan oknum dari sebuah institusi militer di negeri ini.? Karena akan sangat memalukan di kancah internasional mengenai eksekusi mati ke 4 korban yg sebelumnya tersangka itu karena keempatnya sudah masuk dalam kekuasaan kepolisan yg berwewenang untuk memproses hukum ke 4 orang tsb ! ...pertanyaan saya mengapa tidak ada antisipatif dari pihak kepolisian DIY terhadap semua kemungkinan yg akan timbul ?

Ando Ndo: pelajaran berharga yg dapat dipetik ketika mendengar isu saudara,sahabat yg terkasih dipakasa menghadap hadirat ilahi dgn cara yg sungguh tdk wajar,semoga banyak hikmah dr kesedihan & luka yg mendalam ini....selamat jln saudara Adrianus Candra Galaja

Chris Surinono Full: Kepada sesama saudara/i dan teman-teman yang turut prihatin dengan peristiwa yg sdg terjadi di Jogya, mohon dengan sangat untuk tidak memberikan komentar-komentar provokasi; yang seakan-akan mau segera menyelesaikan persoalan. Yang dibutuhkan sekarang adalah "tenang" agar semua bisa bisa melihat dan menentukan titik persoalan dengan baik. "Tenang" sangat penting utk kami, khususnya anak2, adik2 saudara/i kita yang berdiam di Jogya; yang sedang kuliah, yang kerja, dan sedang berpergian ke Jogya. Kita berharapa dan kerja untuk setidaknya menenangkan suasana, agar sanak keluarga yang jauh juga bisa tenang. Terima kasih (P. Chris,ocd).

Frans Mado: beginikah indonesiaku...miris..rasanya hancur...tekanan buat kita....jika bersalah dihukum..katanya negara hukum.. kok jadi semena- mena.siapa yg bertanggung jawab.. kita perlu konggres ...ini sudah melanggar sila: krmanusiaan yg adil dan beradab.

Aurelius Do'o: Ringkus Total Para Penembak. Ini Tugas Negara. .Bencana Negara. 4 anak muda dibunuh dlm sel. Keadaan Luar Biasa bagi Warga Negeri ini. Korban ditahan stlh dtangkap, dringkus kdlm sel, atas insiden kributan di sbuah Kafe. Naas, di sel itulah mreka hembuskn nafas trakhir. Keempatx dhabisi mlalui operasi pnyerobotan, gerakn TEMBAK MATI, oleh sklompok org brsenjata. Peluru bersarang skujur tubuh, rubuH, brsimbah darah, lalu pelaku kabur. Sebuah Kebengisan yg seolah memberi tanda, tlh ada Bendera dlm Bendera Merah PuTih kita. Gerakan pembunuhan yg mampu mruntuhkan barikade hkm. Yg mampu Memporandakn bjuta kubik beton aturan main di negeri ini. Hrs dkata = Preman memalak, krn mngkin trsendat lapar, haus n teki teki menyambung nafas. Juga tak punya kerja. Namun Penjahat, tak hanya mengancam, tpi,, selalu membunuh sambil DISEMBAH, lalu merusak negara dg mengubur mayat- mayat. Kirax, Presiden RI mrasa tak cukup hanya brduka n mengutuK. "Fatamorgana Hukum...!"
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 3:20 PM

Gundik Sang Pastor


Oleh Agustinus Tetiro

Beberapa perempuan dalam hubungan asmara yang samar dengan seorang pastor menolak label ‘gundik’. Salah satunya adalah Louise Iushewitz. “Michael adalah suamiku dan aku istrinya,” ujar Louise (54) pada 1994 tentang seorang Jesuit yang menjadi pasangan asmaranya.

Sejarawan lulusan McGill University, Kanada Elizabeth Abbot menulis kisah Louise dan Michael, SJ pada sebuah bagian dalam bukunya berjudul A History of Mistresses (2010). Penulisan itu ilmiah karena berdasarkan korespondensi dan wawancara yang intens antara Elizabeth dan Louise selama Januari 2001. Tulisan singkat ini disarikan dari bagian tulisan Abbot itu. (terjemahan bahasa Indonesia lihat Elizabeth Abbot, Wanita Simpanan. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2013, hlm. 198-201)

Dikisahkan, ketika berusia 16 tahun, Louise ingin menjadi seorang mahasiswi filsafat di universitas Chicago. Di kampus, gadis cantik itu bertemu dengan seorang asisten pengajar filsafat berusia 32 tahun. Tampan, bermata biru, karismatik dengan tawa yang diatur untuk diperdengarkan secara super.

Louise tidak pernah mengetahui kalau Michael adalah seorang Jesuit hingga berusia 18 tahun. Dia dan seorang mahasiswi lain bertaruh US$ 5 untuk berkencan dengan sang dosen muda. Louise kemudian keluar sebagai pemenang: dia mampu mengajak sang Jesuit berkencan.

“Aku takut masuk neraka,” katanya ketika mengetahui siapa Michael sebenarnya. Toh, Louise berasal dari keluarga katolik yang taat. Akan tetapi, beberapa waktu kemudian, dia berdamai dengan dirinya sendiri, menjadi kekasih seorang Jesuit.

Ketika berusia 19 tahun, Louise dan Michael tinggal bersama di sebuah apartemen di Hyde Park. Di sana, untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan seks. Michael sangat telaten. Terlatih. Dia memberikan Louise sebuah bacaan stensilan murahan. Ternyata Michael sudah mempunyai kekasih lain.

Kenyataan lainnya, ternyata Michael juga adalah seorang penyuka minuman keras. Hidup mereka pada hari-hari setelah itu diceritakan Louise sebagai “benar-benar menjadi buruk”. Michael merasa bersalah karena implikasi spiritual atas pekerjaannya sebagai pastor. Tentu, setelah Louise merasa bersalah sejak awal.

Anehnya, Michael selingkuh dengan perempuan lain. Louise juga tidur dengan lelaki lain. Suatu saat, Louise hamil. “Aku tidak akan aborsi, karena aku katolik,” ujar dia.

Louise akhirnya menikah dengan lelaki lain. Namun, rasa bersalah terus mengejarnya. Kehidupan pernikahannya tidak bahagia. Menurut dia, ketidakbahagiaan itu adalah kutukan Tuhan karena dia pernah tidur dengan seorang pastor.

Setelah 14 tahun berpisah, Michael dan Louise bertemu lagi. Mereka bersama-sama memasak, belanja, berdebat, bercinta dan merawat anak-anak yang menyapa ‘Daddy’ kepada Michael.

Michael yakin para pejabat Jesuit tahu tentang dirinya. Tetapi, mereka tida mengambil tindakan apapun selama tindakan Michael tidak menjadi skandal umum. Kesucian berarti setia pada satu orang---Louise.

Abbot juga menulis, kemiskinan adalah hal yang tidak relevan bagi para Jesuit Amerika. Patuh pada provincial, bukan pada paus, terutama Yohanes Paulus II yang dipandang sebagai “Anti-Kristus”. Sementara untuk seks, Michael yakin bahwa merasakan orgasme penuh “sama dekatnya saat kau bisa memahami intensitas cinta Tuhan”

Suatu kali, Michael mengajak Louise menikah. Louise tahu, itu sebuah keputusan berat. Dia tahu bahwa rohaniwan yang memilih menjadi awam akan selalu mendapat penolakan dan penghinaan.

Ketika Michael meninggal, sama seperti jutaan gundik pastor lainnya dalam lintasan sejarah, Louise tidak memiliki tuntutan atas kekasihnya. Michael hanya meninggalkan untuknya US$ 5000.

Tentang jatuh cintanya yang pertama di ruang kuliah filsafat itu, Louise menulis, “Aku manusia berakal. Harga diri dan kebahagiaanku adalah kemampuan analitisku. Michael memenuhi semuanya. Aku berdoa ketika misa, aku berbahagia karena pernah memiliki Michael dalam hidupku”

Beberapa waktu lalu, kita dikagetkan dengan berita tragedi Lela tentang kisah asmara Herder dan Merry Grace. Herder seorang pastor dan Merry Grace diceritakan sebagai mantan biarawati. Perjalanan dan akhir kisah asmara kedua pasangan itu mungkin berbeda, karena terjadi dalam dua konteks social yang berbeda. Persamaannya adalah kisah asmara itu melibatkan kaum berjubah.

Suatu saat, saya berharap ada yang cukup berani menulis kisah-kisah seperti ini dalam konteks kita sini dan kini. Tentu tidak meluluh sebuah usaha penelanjangan, tetapi keberanian menyingkap kebenaran untuk suatu maksud agar bisa dijadikan pelajaran. Bukannya salah satu ciri orang bijak adalah dia yang bisa belajar dari pengalaman orang lain?

Kita tentu tidak ingin terjadi kekerasan dan penyiksaan lagi. Saya ingat kata-kata mendiang Mgr Abdon Longinus di Ritapiret beberapa tahun lalu, “Kalau imam-imam saya jatuh cinta, saya hargai. Jatuh cintalah secara berkualitas, agar kita dengan bahagia mengurus pernikahannya secara sah. Bukan memanipulasi para tukang masak di pastoran. Itu jago kandang! Percayalah, bila engkau menjadi imam yang baik, engkau akan menjadi suami dan bapak yang baik ketika engkau kemudian memilih jalan itu.”

(Jakarta, 12 Maret 2013)

Mosa Yoga: Sbg pentobat dan pemeberi sakramen tdk ada hakim yg mmegang palu.Ketika seoang sdrku mengatakn gantung dia di Monas saya merasa bukan dia yang berkata tetapi 'saya sudah tergantung'.Mnjadi seorang pastor dan hidup selibat adalah ikrar pribadi.Kita sesama isi rumah.Sy sll teriris hatiku, kitika mmbaca tulisanmu maupun mmbaca orang2 yg mengomentari.Kita2 bgmn Krstus Tuhan masa depan sdrku! Selamt pagi.

Yohana Fransisca: Saya suka dengan kata-kata mendiang Mgr. Abdon Longginus yang tidak "menghakimi" imam-imamnya bila mereka akhirnya tak bisa bertahan dengan kaulnya. Imam juga manusia !

Oscar Demere: bagus buat permenungan bersama. mereka jg manusia tetapi,ingat jg, banyak dr mereka jg,sdh jatuh dan tidak mau berubah/bertobat. akhirnya benar2 nekat utk keluar dr imamatnya. inti dr itu adalah, bagaimana dia dekat dgn Tuhan dlm kesehariannya.. kl seorng pastor, tekun dlm doa dan pelayanan.. godaan apapun itu akan bisa diatasi.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 8:08 PM

Filsafat itu Kekasih



Berfilsafat sama seperti nge-date. Kalau kamu pernah bercinta dengannya, kamu akan merindukan dia. Kalau kamu dengan sengaja melupakan dia, dia akan terus dikenang. Dia pernah mengajarkan, setiap percobaan untuk melupakan adalah cara lain untuk mengingat.

Jujur, kekasih ini tidak akan memberikan kejayaan ekonomis secara langsung. Tetapi, dia memperkaya kemanusiaanmu. Dia tidak menghujat kekayaan.

Dia memberikan makna untuk bagaimana kita harus bersikap atas kekayaan.

Kalaupun kita memilih untuk tidak menjadi ahli filsafat, toh kita tahu bagaimana cara berfilsafat. Kita mungkin akan mempertanyakan dia, bukan dengan kebencian, tetapi dengan rasa cinta. Persis seperti sebagaimana kita harus bersikap kepada kekasih.

Meluangkan waktu dengan kekasih bukan wasting time atau wacana tanpa aksi. Karena, bagaimanapun, nge-date itu sendiri adalah sebuah aksi. Toh, hidup ini sebuah pesta yang harus dirayakan. Nah, tergantung kita mau memilih berpesta di Pacific Place atau di jembatan serong Rawasari. Lah, wong kekasih ini juga tidak materialistis kok. (STF Driyarkara, on dating, 21/2)

Redaksi Nagekeo Pos sengaja mengutip kembali tulisan di atas karya seorang anggota forum Nagekeo Bersatu, Agustinus Tetiro.

Tentu karena Filsafat sedang menjadi sorotan sejak munculnya cerita seorang pastor bernama Herman Jumat Masan alias Herder yang membunuh kekasihnya Merry Grace alias Yosephine Keredok Payong tahun 2002. Kasus ini baru terkuak tahun lalu. Menurut pengakuan, Herder ternyata telah membunuh anak pertama hasil hubungan intim dengan Merry Grace dan anak kedua yang masih dalam kandungan.

Berikut komentar facebookers untuk testimoni Filsafat adalah Kasih;

Yasintus Ariman: "dia sanggup menyingkapkan yang tersembunyi bahkan yang sulit dinderai, dia hidup dalam diri setiap insan pencinta kebenaran walau mungkin mereka tak pernah menyadarinya."

Novita Angelina: "dia bukan musuhku, tetapi kekasihku!"

Nagekeo Bersatu: "pantassss .. FILSAFAT itu ternyata KEKASIH .. melebihi ana fai .. bercermin dari kasus HERDER dan kekasihnya MERRY GRACE .. ehm ehm."

Agustinus Tetiro: "Hahaha... kalau itu biologisasi. Kalau filsafat sebagai kekasih makna kehidupan. Di satu sisi, tidak ada korelasi langsung filsafat dengan masalah itu. Mungkin karena keduanya sarjana filsafa maka orang menarik sejauh itu. Kalaupun mau ditarik-tarik korelasinya, maka ada satu kutipan yang saya suka,"Karena filsafat adalah cinta kepada kebijaksanaan, maka semua tindakan biadab sarjana filsafat membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak tuntas mempelajari filsafat (baca: etika)."

Agustinus Tetiro: "Memang, filsafat harus terus digoda, dibujuk, dikritik biar dia jangan mapan. soalnya, kalau mapan mereka gara-gara ngeri. hehehe...."

Nagekeo Bersatu: "jangan salah banyak wanita sekarang suka Filsafat.. merry grace itu wanita pencinta filsafat ULUNG .. ha ha e e."

Agustinus Tetiro: "Hahahaee... kalau ada waktu baca saya mau pinjamkan buku kisah asmara para filosof: Anna Arendt dengan Heidegger atau Sartre dengan Simone de Beauvoir."

Masih banyak herder yang berkeliaran

Seorang facebooker juga menulis dirinya mengenal sangat dekat dengan Merry Grace saat kuliah di Ledalero. "Masih ada banyak "Herder" yang berkeliaran yang belum ditangkap...di luar sana..," tulisnya.

Robert EppeDando: "Mesu eee, oa Mery Grace dan anak2nya.... Mery Grace adalah teman kami di Ledalero. Orangnya smart & beauty."

Hermin Waga: "Perlu diketahui, si Mery jg adalah salah satu mahasiswa filsafat dgn kakak sy. Kebetulan kuliah sama2. Orgnya baik, lumayan cantik diantara2 frater2 pd jaman tsb sehingga bnyk digoda oleh frater2 karena cewek sendiri. Pd waktu itu beliau msh berstatus suster."

Gervas Rado: "sedih jg, imamat sdh menjadi senjata untuk merengkuh seluruh nafsu duni (baca:oknum)."

Seorang facebooker juga menulis masih ada dua orang pastor, yang juga dosen cerdas, di wilayahnya yang berani menikah dan hidup aman saja.

"Di tempat saya ada beberapa pastor bahkan sebagian dari ntt, mrka melakukan tindakan asusila dg pembntu pastoran sampai hamil, suka memeluk remaja misdinar, termasuk sya yg dulu SMP masih polos belum mengerti knp romo paroki d t4 paman saya tugas katekis sering memeluk perempuan remaja, ternyata berdasarkan laporan dr warga paroki sebelumnya, pastor tersebt mmang gemar memeluk wanita..termasuk tukang masak pastorn,, saya jd ilfiil dg romo itu, jd takut berada didekat romo itu tkt dia macam2..," tulis seorang facebooker yang lain yang mengaku saat ini tinggal di sebuah daerah di Kalimantan.

"Kadang bukan umat awam yg tidak tahu malu, romonya jga tidak tahu diri, idak sadar posisi, harusnya mampu menahan godaan, knp hny umatnya yg salah? kalo HJM itu romo yg baik, tidak akan dy keluar dr janji sucinya, lalu menghamili wanita dan melakukan pembunuhan,, ap pantas d respek romo demkian?" tambahnya.

Kornelya Agus" "Ini pelajaran bagi lelaki lain, bahwa melakukan hubungan seks berdampak tanggung jawab moral dan materil, regardless status sosial di masyarakat. Pendidikan tinggi, berbudaya, terpandang dan beragama tidak selalu manusiawi. Laki-laki beradab dan terhormat, tak lari dari tanggung jawab aksi kelaminnya."

Filsafat bisa menjerumuskan

Seorang facebooker seolah mengkambinghitamkan Filsafat dari kasus Pastor "Herder", pembunuh sadis itu. "FILSAFAT bisa menjerumuskan .. jubah dan krudung ternyata bisa dipakai untuk membaluti dosa," tulisnya. "MERRY GRACE potret wanita Flores yang punya kecerdasan tapi berubah jadi wanita bodoh ketika jatuh dalam cinta dengan seorang pria .. wanita Flores mungkin banyak punya tipe seperti ini .. PRIHATIN." tambahnya.

Nagekeo Bersatu: "FILSAFAT bisa saja telah membungkam hati nurani .. apa yang diajarkan FILSAFAT? jadi penasaran .. FILSAFAT terlalu mengandalkan logika dan rasional berpikir .. maka jangan heran banyak yg belajar FILSAFAT berubah diri menjadi seorang ATHEIS."

Maksi Alfredo Sihabit: "Filsafat bukan membuat orang jd ateis, tpi bljr Filsafat buat kita menganalisa realitas dengan teliti."

Martinianus Primus Mbeu: "Ini bukan permasalahan filsafatnya ataupun status dia pernah jadi frater atau imam kala itu tetapi ini masalah pendekatan perilaku dalam behavioral approach yang dilakukan oleh seorang herder yang kejam. Filsafat itu ilmu kebenaran sedangkan kebenaran itu sudah diungkapkan dan tinggal ditegakkan saja."

"Kita tidak boleh memandang sebelah mata mengenai peristiwa ini sebab ini jalan kemaksiatan terbesar di flores kita tercinta ini. Filsafat tidak pernah salah, kesalahan itu terjadi bila manusianya tidak punya kontrol diri yang baik dan pertanggungjawaban yang benar. Mohon maaf,saya kurang sependapat bila saudara menyalahi pembelajaran filsafat. Kalau manusia tidak memiliki kelogisan dalam berpikir kemungkinan besar dia tergoncang pribadinya dan ini berkaitan dalam psikologi yang perlu diteliti pada saudara Herder sebagai pelaku pembunuhan," tambah Martinianus.

Yongky Wawo: "Intinya bukan pada filsafatnya...tapi aktor yg belajar filsafat. Sejatinya filsafat sebagai sebuah ilmu perlu diinternalisasikan dan pada akhirnya diaktualisasikan secara tepat. Dengan demikian tujuan pendidikan tercapai. Tujuan pendidikan adalah memanusiwikan manusia.

Bukan hanya kemanusiaannya sendiri tetapi juga kemanusiaan orang lain. Tergambar lewat moto pahlawan dari tanah Minahasa Sam Ratulangi 'si tou tomua tu mou tou'."

Mosa Yoga: "Hidup tidak kawin para biarawan juga hrslah mulai dipercakapkn. Intelektualitas teologi ternyata belum mnjamin integritas moral."

Sisilia Florentina Kita: "Jangan salahkan Filsafat. org yang belajar Filsafat itu ga pernah mengandalkan TUHAN dalam hidupnya. sehingga kejadian yang mery alami, membuat pelakunya merasa biasa aja. sedangkan sy yg hanya baca beritanya aja sampai merinding....sadis eeeee seberapapun pintarnya org itu...jangan pernah meninggalkan TUHAN, karena dgn dekatnya kita sama TUHAN, kita bisa mengontrol diri."

Man for others

Berikut komentar, seorang tokoh awam asal Flores yang tinggal di Batam, Aloysius Dhango:

Pastorpun manusia juga, pada saat2 tertentu dia merasa kesepian dan membutuhkan belaian kasih sayang sebagaimana pernah dilakukan seorang Ibu kpd anaknya. Biasanya para pastor kita tercinta melakukan yg namanya sublimasi sebagai pengganti kerinduan mereka akan hal2 yg dirasa wajar apabila dilakukan oleh kaum awam.

Ada skala prioritas nilai yg sdh biasa dijadikan pertimbangan ketika mrk berhadapan dengan godaan, misalnya ketika mengingat seorang gadis cantik yg pernah memberikan senyuman menggoda kpdnya dan itu terlekat dalam ingatannya, mrk malah mendoakan gadis itu agar menjadi gadis yg baik dan cepat dapat jodoh. Doa adalah senjata ampuh utk melawan semua godaan.

Umat harus menyadari sehingga tdk memberikan respon yg berlebihan ketika melihat gelagat pastor yg agak aneh. Sebagai umat yg peduli dgn pastornya, mestinya dia memberikan teguran, sapaan agar pastor sadar akan panggilannya yg suci. Jgn bergosip yg macam2 yg justru menjerumuskan pastor utk nekad mengingkari janjinya.

Berikan perhatian yg wajar sebagai umat yg baik dan mencintai pastornya sehingga mrk terus sadar akan keberadaan mrk sebagai imam, nabi dan gembala umat. Usahakanlah agar para janda atau gadis yg berkonsultasi dgn pastor tdk menangis atau menunjukkan kesedihan yg mendalam di hadapan pastor agar merka tdk terlelap dalam permasalahan/kesedihan kaum hawa yg berkonsultasi. Kalau pastor sdh terlelap dan secara tak sadar mengusap air matamu atau memeluk, hendaknya cepat disadari bhw kehadiranmu sdh mengarahkan pastor utk pelan2 menjauh dari tugasnya yg mulia yakni Man for others.... Maaf kalau sy salah.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:10 PM

Pelantikan Pengurus Himpunan Pemuda dan Pelajar Nagekeo Jabodetabek (HIMAPPEN JABODETABEK)


Pelantikan Pengurus Himpunan Pemuda dan Pelajar Nagekeo Jabodetabek (HIMAPPEN JABODETABEK)
Tanggal 2 februari 2013 telah menjadi langkah awal bagi HIMPUNAN PEMUDA DAN PELAJAR NAGEKEO JABODETABEK untuk melangkah maju sebagai organisasi yang membawa misi perubahan bagi pemuda dan pelajar Nagekeo Jabodetabek.


Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 11:21 PM

SALING HORMAT ITU SEJUK DAN INDAH...


Oleh Valens Daki-Soo

Saya baru selesaikan meditasi dinihari tadi, saat azan subuh terdengar mendayu. Saya memang bukan Muslim -- saya Katolik -- namun saya sering membayangkan, betapa alam semesta ini dipenuhi aura positif saat banyak orang melantunkan doa dari kebeningan jiwa, ketulusan hati dan kepenuhan diri. Sama seperti saya berimajinasi, betapa dunia terasa teduh manakala kita semua -- dari agama dan keyakinan apa saja -- berdoa untuk keselamatan, kebaikan dan perdamaian dunia.

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 3:39 PM

Pembebasan Lahan Jadi Kendala Serius Pembangunan Bandara Surabaya II

Jakarta, Nagekeo Pos - Pembangunan Bandar Udara (bandara) Surabaya II Mbay, Nagekeo, Flores diperkirakan terhambat oleh aspek pembebasan lahan karena pemerintah setempat tidak memiliki dana. Pembangunan landas pacu (run way) sendiri dibiayai oleh pemerintah pusat.

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 8:21 AM

Sudahkah Masyarakat Nagekeo Membangun Dirinya?

Oleh: Kanisius Kami

Kanisius Kami
Sebagai kabupaten baru, Nagekeo dituntut untuk terus membangun dirinya. Berbagai sorotan ditujukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo untuk membangun berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Ada yang tidak sabaran untuk melihat segara hasil yang dicapai oleh pemerintah daerah.

Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 7:57 AM
 
Join Our Group On Facebook
Follow Us
Support Us With Your Advertise

VESAM ETNIK

VESAM ETNIK
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger